Argue” bisa diartikan sebagai sesuatu yang negatif seperti ‘berdebat’, ‘membantah’, atau ‘mempertengkarkan’. Namun “argue” bisa juga diartikan sebagai ‘mengusulkan’, ‘menganjurkan’ atau ‘berpendapat’, dan bisa juga diartikan sebagai ‘mendukung’. Pengertian tersebut sangat bertolak-belakang. Lalu bagaimana cara menentukan apakah “argue” dalam suatu kalimat berarti menentang/mendebat atau menganjurkan/ mengusulkan?

Coba lihat kalimat-kalimat di bawah ini:

  1. He argued that nuclear weapons were a threat to peace. (berpendapat)
  2. Nobody argued against choosing him as chairman. (membantah)
  3. He did not want to argue with you. (berdebat)
  4. The US Secretary of Defense argued for the war in Iraq. (mendukung)

Keempat kalimat di atas sama-sama memuat kata “argue“. Namun apa yang membuat keempatnya memiliki arti yang berbeda?

Perhatikan kembali bahwa setelah kata “argue” terdapat preposisi yang berbeda. “Argue” jika diikuti dengan proposisi “that” berarti subjek dalam kaimat menyatakan/berpendapat/mengusulkan. Sedangkan jika diikuti dengan preposisi “for” berarti menyatakan dukungan. Preposisi “with”/”against”/”over”/”about” yang diawali orang kata “argue” selalu bermakna negatif (bertengkar/ berdebat/ menentang)


Ayo Download dan
Tes Kemampuan Bahasa Kamu di BAHASO!


visit our website:
bahaso.com

Donwload aplikasi Bahaso:
AppStore: bit.ly/BahasoApp
PlayStore: bit.ly/BahasoAndroid

Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
LINE@: (@bahaso) http://bit.ly/BahasoLINE
Facebook: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso
Blog: blog.bahaso.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here