Delexical verbs merupakan verbs yang artinya bergantung pada nouns yang mendampinginya.

Delexical verbs terdiri atas verbs: have, take, make, give, go dan do.

Kata-kerja tersebut memiliki arti tersendiri (have = memiliki; take = mengambil; make = membuat; give = memberi; go = pergi; do = melakukan). Akan tetapi, arti tersebut akan berubah jika kata kerja diatas didampingi oleh nouns atau kata benda tertentu.

Contoh:

  1. I have a pencil.
  2. I have lunch at 12 p.m. everyday.

Perhatikan bahwa “have” pada kalimat pertama berarti “memiliki” sedangkan pada kalimat kedua, artinya berubah menjadi seperti kata benda yang mengikuti, yaitu “makan siang”.

Kita juga bisa menempatkan kata sifat atau adjective sebelum kata benda: I just had a delicious meal.

Perhatikan contoh kedua ini:

  1. She took a ladder and climbed it.
  2. She took a shower.

Pada kalimat pertama “take” dalam bentuk past tersebut memiliki arti “mengambil”, sedangkan pada kalimat kedua artinya berubah menjadi seperti kata benda-nya yaitu “mandi”.

Perhatikan juga bahwa pada kedua kalimat di atas, verb “take” sama-sama diikuti oleh noun atau kata benda (a ladder dan a shower), namun mengapa hanya di kalimat kedua kata kerja “take” mengalami perubahan makna?

Hal ini dikarenakan, arti dari kata kerja tersebut akan berubah tergantung pada kata benda yang mengikuti. Kata benda apa sajakah yang dapat mempengaruhi delexical verbs?

Kita dapat menggunakan “have” ketika membicarakan tentang makanan, minuman, percakapan dan perdebatan, kegiatan membasuh atau beristirahat.

contoh: I’m not happy. We need to have a conversation.

Mirip dengan “have“, kita juga bisa menggunakan “take” untuk menyebutkan kegiatan yang berhubungan dengan mandi dan beristirahat.

Contoh: You look tired. You need to take a break.

Gunakan “make” saat membuat rencana, perjalanan dan hal-hal yang berhubungan dengan berbicara.

Contoh: They made arrangements to meet the next day.

Give” digunakan bersamaan dengan kata benda yang menunjukan suara-suara, ekspresi wajah, perasaan, kekerasan fisik dan pembicaraan.

Contoh: He gave me a nasty kick on the leg.

Go” and “do”  juga bisa digunakan sebagai delexical verbs, namun dengan struktur yang berbeda. “Go” dan “do” biasanya didampingi oleh kata benda berbentuk “-ing“.

Go” umumnya digunakan untuk aktivitas fisik.

Contoh: We go swimming everyday.

Selain menggunakan kata benda berbentuk “-ing“, “go” juga bisa digunakan dengan frasa “go for a” untuk membicarakan aktivitas yang membutuhkan gerak.

Contoh: Let’s go for a swim!

Do biasanya digunakan dengan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan. Kamu juga bisa menggunakan “do” ketika aktivitasnya sudah jelas.

Contoh: I always do my laundry on Sunday.

————————————————————————————————————————-

visit our website:
Donwload aplikasi Bahaso:
Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
FB: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso

 


Ayo Download dan
Tes Kemampuan Bahasa Kamu di BAHASO!


visit our website:
bahaso.com

Donwload aplikasi Bahaso:
AppStore: bit.ly/BahasoApp
PlayStore: bit.ly/BahasoAndroid

Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
LINE@: (@bahaso) http://bit.ly/BahasoLINE
Facebook: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso
Blog: blog.bahaso.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here